Senin, 25 Februari 2013

Otak Kanan

Otak, adalah main-system dari segala sesuatu yang kita kerjakan. Termasuk menghafal. Menghafal apa saja.
Masih normalkah otak Anda?
Sebuah pertanyaan yang sedikit menyesatkan jika Anda hanya membacanya sekilas. Silahkan Anda baca lagi… Sudah Anda baca lagi? kalau belum, silahkan baca lagi dan rasakan bedanya. Silahkan…
OK, terimakasih karena Anda telah membacanya lagi, artinya otak anda memang masih normal karena mau menuruti perintah saya. Hehe.
Bagaimana melatih otak yang baik?
  • Selama ini, yang tanpa sadar kita latih dengan terus-menerus hanyalah otak bagian kiri (baca: otak kiri). Banyak dari kita yang tak memanfaatkan otak bagian kanan (baca: otak kanan) untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan.
Mengapa demikian? Ya, karena kita-kita semua skolah di Indonesia. Dengan gemblengan pendidikan yang serba (otak) kiri, tak dapat dielakkan bahwa mayoritas orang lebih kuat otak kirinya. Hanya segelintir orang yang kuat otak kanannya.
Sudah menjadi nasib orang kanan sebagai golongan minoritas. Repotnya, alur pikiran golongan minoritas yang sangat spasial, intuitif, difus (menyebar), dan lateral (tidak runut), jelas-jelas tidak nyambung dengan alur pikiran golongan mayoritas. Kesannya terlarang. Ujung-ujungnya, golongan minoritas sering dicap “gila” oleh golongan mayoritas. Saya sering dicap gila, dan saya bangga dengan label ‘gila’ yang mereka sematkan pada saya. (btw, orang sukses itu kan memang minoritas ya)
Tahu sendirilah, dalam aspek apapun, apabila seseorang tidak sependapat dengan kelompok mayoritas, tentulah orang itu akan dianggap gila. Lihat saja, orang yang memutuskan secara intuitif, melakukan secara menyebar, dan merumuskan dengan tidak runut, pastilah ia langsung dituding gila oleh lingkungan sekitarnya. Minimal itu ia alami sekali seumur hidup. Kalau saya? Sudah berkali-kali. Menurut saya sih, justru mereka yang gila.
Peganglah baik-baik kutipan religi berikut;
Mulailah dengan yang kanan.
Ada ‘tangan kanan’, ‘langkah kanan’, ‘golongan kanan’, ‘sebelah kanan’. Satu lagi agak maksa: ‘otak kanan’.
Tidak mau ketinggalan burung garuda pun menoleh ke kanan, tidak ke kiri ataupun ke depan. Jarum jam juga bergerak ke kanan.
Malah dalam bahasa inggris, kebetulan kata ‘kanan’ dan kata ‘benar’ diterjemahkan menjadi ‘right’. Maka bolehlah saya berasumsi bahwa kanan hampir selalu benar. Right?
Lebih lanjut, dalam bahasa inggris kebetulan pula kata ‘kiri’ dan kata ‘ketinggalan’ diterjemahkan menjadi ‘left’. Maka bolehlah saya berasumsi bahwa kiri itu hampir selalu ketinggalan.
Omong-omong, sadarkah Anda akan rambu-rambu di jalan raya yang bertuliskan, “Gunakan lajur kanan untuk mendahului.”
Rupa-rupanya untuk menuju sebuah destination of kesuksesan (halah), perintah tersebut juga berlaku seratus persen. Beneran!
Tepatnya, gunakan otak sebelah kanan untuk mendahului yang lain. Demikianlah, otak sebelah kanan dapat dikatakan sebagai tiket untuk berada di posisi yang terdepan.
Kendati demikian, keduanya (baik kiri dan kanan) tetap bekerja beriringan dan saling dukung.
Perumpamaan yang paling tepat adalah seperti sepasang mata anda. Bukankah kedua-duanya berkedip bersama, melirik bersama, menangis bersama, bahkan tidur bersama? Padahal keduanya tidak pernah menatap satu sama lain.
Seandainya mampu memaksimalkan kedua bagian otak (-baik kiri maupun kanan-), di sanalah sesungguhnya brain-storm anda mencapai kemampuan dengan daya yang untouchable.
Sumber: _________
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar:

Poskan Komentar